Apakah Anda yakin kepribadian Anda yang sopan, murah senyum dan menyenangkan terhadap orang lain adalah cerminan sikap dalam mengemudi? Bisa saja persepsi itu keliru. Seringkali kita menjadi “Raja Hutan” dalam mobil dengan menganggap jalur di depan kita adalah teritori yang tak boleh dilanggar.
Masih ingatkah berita seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kawasan Bogor, Jawa Barat, Zuryawan Isvandiar Zoebir meninggal dunia setelah terlibat baku hantam dengan Oliv Leonardi Agusta, 2015 silam? Perkelahian terjadi setelah keduanya saling berebut jalur saat akan memasuki gerbang tol Bogor, Bogor Ring Road, Kota Bogor.
ILUSTRASI: Dr. Bruce Banner yang kalem bisa berubah menjadi raksasa hijau bila disulut emosinya. (Serial TV HULK) |
Pelaku bisa dijerat pasal 184 ayat 3 dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau dikenakan pasal 184 ayat 4 diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Konyol bukan?
Itu hanyalah satu cerita yang terkadang masih terjadi dan bisa menimpa siapa saja, bila tak ada empati dan keinginan untuk mengalah saat berkendara.
Seandainya saja salah satu pihak mau mengalah (mau didahului), bukan tidak mungkin selisih lima menit ke depan, kedua mobil masih bisa bergantian menyalip (bergantian posisi di depan). Tanpa luapan emosi! Pernah begitu kan?
Baca halaman selanjutnya:
- Kenali Kadar Emosi Mengemudi Anda. Pahami Hal ini Agar Bisa Selamatkan Nyawa
- Kuesioner: Apakah Anda Termasuk ‘Raja Hutan’ Dibalik Kemudi?
Berita adu jotos di jalanan yang mengakibatkan pejabat Pemkab Bogor menjadi korban MD |